Mempelajari Konsep Shutter Speed

ShutterSpeed-pic.jpg

Shutter Speed adalah kecepatan bukaan rana yang dapat mempengaruhi pencahayaan yang sempurna, mengontrol blur, dan membuat efek yang menarik. Tepat didepan sensor kamera terdapat tirai yang disebut shutter/rana. Ketika kita memotret maka rana akan menutup dan membuka. Shutter speed lambat berarti rana akan terbuka lebih lama(cahaya masuk lebih banyak) dan shutter speed cepat berarti rana akan terbuka lebih cepat(cahaya masuk ke sensor lebih sedikit).

Fungsi Shutter speed adalah :

  1. Menggelapkan dan Menerangkan

Untuk menggelapkan maka sobat dapat mempercepat waktu penutupan rana dengan cara meningkatkan waktu percepatannya. Sementara untuk membuat pertambahan terang maka sobat dapat mengatur percepatan rana lebih lambat.

  1. Membekukan objek serta membuat kesan gerak

Sama halnya dengan menggelapkan serta menerangkan diatas, untuk membekukan objek maka percepatan waktu penutupannya rana dengan cara meningkatkan waktu percepatanya.

Dua hal diatas merupakan fungsi dasar dari Shutter Speed / kecepatan rana, teknik yang dapat dikembangkan melalui Shutter Speed ini sehingga menghasilkan sebuah karya foto yang bagus seperti halnya karya foto panning, memotret bintang agar terlihat bagus, slow speed, membuat tulisan menggunakan lampu, dsb. .

Supaya mudah, kita terjemahkan konsep ini dalam beberapa penggunaannya di kamera:

  1. Setting shutter speed sebesar 500

Dalam kamera anda berarti rentang waktu sebanyak 1/500 (seperlimaratus) detik. Sesingkat dan sekilat itu. Sementara untuk waktu eksposur sebanyak 30 detik, anda akan melihat tulisan seperti ini: 30’’

  1. Setting shutter speed di kamera anda biasanya dalam kelipatan 2

Jadi kita akan melihat deretan seperti ini: 1/500, 1/250, 1/125, 1/60, 1/30 dst. Kini hampir semua kamera juga mengijinkan setting 1/3 stop, jadi kurang lebih pergerakan shutter speed yang lebih rapat; 1/500, 1/400, 1/320, 1/250, 1/200, 1/160 … dst.

  1. Untuk menghasilkan foto yang tajam,

Gunakan shutter speed yang aman. Aturan aman dalam kebanyakan kondisi adalah setting shutter speed 1/60 atau lebih cepat, sehingga foto yang dihasilkan akan tajam dan aman dari hasil foto yang berbayang (blur/ tidak fokus). Kita bisa mengakali batas aman ini dengan tripod atau menggunakan fitur Image Stabilization.

  1. Batas shutter speed yang aman lainnya

Shutter speed kita harus lebih besar dari panjang lensa kita. Jadi kalau kita memakai lensa 50mm, gunakan shutter minimal 1/60 detik. Jika kita memakai lensa 17mm, gunakan shutter speed 1/30 det.

  1. Shutter speed untuk membekukan gerakan.

Gunakan shutter speed setinggi mungkin yang bisa dicapai untuk membekukan gerakan. Semakin cepat obyek bergerak yang ingin kita bekukan dalam foto, akan semakin cepat shutter speed yang dibutuhkan. Untuk membekukan gerakan burung yang terbang misalnya, gunakan mode Shutter Priority dan set shutter speed di angka 1/1000 detik (idealnya ISO diset ke opsi auto) supaya hasilnya tajam. Kalau anda perhatikan, fotografer olahraga sangat mengidolakan mode S/Tv ini.

  1. Blur

Shutter speed untuk menunjukkan efek gerakan. Ketika memotret benda bergerak, kita bisa secara sengaja melambatkan shutter speed kita untuk menunjukkan efek pergerakan. Pastikan anda mengikutkan minimal satu obyek diam sebagai jangkar foto tersebut.

  1. Pencahayaan

Kita harus benar-benar yakin bahwa subjek mendapatkan cahaya yang baik. Shutter Speed lambat berarti lebih banyak cahaya masuk danbegitu pula sebaliknya, jadi hindarilah gambar over exposure atau under exposure. Selalu ingat bahwa pencahayaan bukan hanya masalah Shutter Speed, namun juga Setting ISO dan Aperture.

share

Top